METODE SDLC (Systems Development Life Cycle)

TUGAS MATA KULIAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL)

Nama   : Ria Suci Nurhalizah

NIM    : 210112004

Prodi   : S1 Sistem Informasi

UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA PURWOKERTO

 

 

METODE SDLC

A. PENGERTIAN

SDLC (Systems development life cycle) atau siklus hidup pengembangan sistem. SDLC adalah siklus yang digunakan dalam pembuatan atau pengembangan sistem informasi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara efektif. 

SDLC berisi rencana lengkap pengembangan serta pemeliharaan perangkat lunak berupa alur atau tahapan kerja terstuktur untuk membantu menghasilkan suatu sistem berkualitas tinggi sesuai tujuan atau permintaan yang dinginkan.

 

B. MACAM MACAM METODE SDLC(Systems Development Life Cycle)

1.      1. Waterfall


Metode waterfall adalah metode kerja yang menekankan fase-fase yang berurutan dan sistematis. Disebut waterfall karena proses mengalir satu arah “ke bawah” seperti air terjun. Metode waterfall ini harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan tahap yang ada.

Tahap-tahap pengembangan dalam metode waterfall.

·         Requirement gathering and analysis

       Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap untuk dianalisis dan mendefinisikan kebutuhan apa saja              yang harus dicapai oleh program. Informasi dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi, atau                     survey.

·         Design
Melakukan perancangan desain perangkat lunak sebagai perkiraan sebelum dibuatnya kode. Desain sistem dapat dibuat menggunakan Flowchart, Mind Map, atau Entity Relationship Diagram (ERD).

·         Implementasi
Implementasi ini adalah tahap dimana seluruh desain yang sebelumnya sudah dibuat diubah menjadi kode-kode program. Kode yang dihasilkan masih berbentuk modul-modul yang harus digabungkan di tahap selanjutnya.

·         Integration & testing
Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yang sudah dibuat sebelumnya dan melakukan pengujian untuk mengetahui apakah perangkat lunak yang dibuat telah sesuai dengan desain dan fungsinya atau tidak.

·         Verification
Di tahap ini, pengguna atau klien yang langsung melakukan pengujian pada sistem, apakah sistem telah sesuai dengan tang disetujui atau belum sesuai.

·         Operation & maintenance
Tahap ini merupakan tahap terakhir dari model waterfall. Sistem yang sudah selesai dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan berupa memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.

Kelebihan dari metode waterfall:

1.      Memiliki proses yang terurut, sehingga pengerjaan dapat terjadwal dengan baik dan mudah.

2.      Cocok untuk sistem dengan kompleksitas rendah (predictable).

3.      Setiap proses yang dilakukan tidak dapat saling tumpah tindih.

 

Kekurangan dari metode waterfall:

1.      Waktu pengerjaan relatif lebih lama, karena harus menunggu tahap sebelumnya selesai.

2.      Biaya yang dibutuhkan lebih mahal karena waktu pengembangan yang dibutuhkan lebih lama.

3.      Model waterfall ini kurang cocok untuk pengembangan proyek yang memiliki kompleksitas tinggi.

 

2.    2.   Agile

Metode agile adalah metode yang fleksibel di mana pengembangan dilakukan dalam jangka pendek. Namun diperlukan adaptasi yang cepat dari developer terhadap perubahan dalam bentuk apa pun.

Berikut adalah kelebihan dari metode agile:

1.      Perubahan dapat dengan cepat ditangani.

2.      Proses pengembangan perangkat lunak membutuhkan waktu yang relatif cepat dan tidak memerlukan sumber daya yang besar.

3.      Klien dapat memberikan feedback kepada pengembang dalam proses pembuatan program.

Berikut adalah kekurangan dari metode agile:

1.      Metode ini kurang sesuai dengan tim yang besar (lebih dari 20 orang).

2.      Tim harus selalu siap, karena perubahan dapat terjadi kapan saja.

3.      Metode ini kurang cocok untuk tim yang berkomitmen untuk menyelesaikan proyek bersama-sama.

 

3.     3.  Prototype

Metode prototype adalah metode yang memungkinkan pengguna atau user memiliki gambaran awal tentang perangkat lunak yang akan dikembangkan, serta pengguna dapat melakukan pengujian di awal sebelum perangkat lunak dirilis.

Metode ini bertujuan untuk mengembangkan model menjadi perangkat lunak yang final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat dan biaya yang dikeluarkan lebih rendah. Metode prototype ini memiliki tahap-tahap yang harus dilakukan dalam pengembangan perangkat lunak.

Tahap-tahap pengembangan perangkat lunak menggunakan metode prototype.

·         Analisa kebutuhan
Pada tahap ini pengembang melakukan identifikasi perangkat lunak dan semua kebutuhan sistem yang akan dibuat.

·         Membuat prototype
Membuat rancangan sementara yang berfokus pada alur program kepada pengguna.

·         Evaluasi prototype
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah model prototype sudah sesuai dengan harapan.

·         Mengkodekan sistem
Jika prototype disetujui maka akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

·         Pengujian sistem
Setelah perangkat lunak sudah siap, perangkat lunak harus melewati pengujian. Pengujian ini biasanya dilakukan dengan White Box Testing, Black Box Testing, dan lain-lain.

·         Evaluasi sistem
Pengguna melakukan evaluasi apakah perangkat lunak sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak. Jika ya, lakukan tahap selanjutnya. Jika tidak, ulangi tahap mengkodekan sistem dan pengujian sistem.

·         Menggunakan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan disetujui siap untuk digunakan.

Sebagai suatu metode yang sering digunakan,

Kelebihan dari metode prototype:

1.      Mempersingkat waktu pengembangan perangkat lunak

2.      Penerapan fitur menjadi lebih mudah, karena pengembang mengetahui apa yang diharapkan

Kekurangan dari metode prototype:

1.      Proses yang dilakukan untuk analisis dan perancangan terlalu singkat

2.      Kurang fleksibel jika terjadi perubahan

 

4.      4Fountain

Metode fountain adalah perbaikan dari metode waterfall, di mana jenis tahapan masih sama. Namun beberapa jenis tahapan boleh didahulukan atau dilewati, tetapi ada tahapan yang tidak bisa dilewati, contohnya seperti kamu memerlukan design sebelum melakukan implementasi, jika hal tersebut dilewati maka akan ada tumpang tindih.

Tahap-tahap pengembangan perangkat lunak menggunakan metode fountain.

·         User requirement specification
Mencari tahu apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna dalam perangkat lunak yang sedang dikembangkan.

·         Software requirement specification
Penyesuaian perangkat lunak dari sisi pengguna.

·         System design
Pembuatan desain sistem yang akan dibuat sebelum diimplementasikan.

·         Program design
Pembuatan desain yang lebih sempurna dan hampir mendekati hasil akhir dari perangkat lunak.

·         Implementation
Di tahap ini dilakukan implementasi sesuai dengan desain yang sudah dibuat di tahap sebelumnya.

·         Program testing: unit
Dalam tahap ini dilakukan uji coba terhadap unit-unit yang dibutuhkan dalam perangkat lunak yang dikembangkan.

·         Program testing: system
Di tahap ini dilakukan uji coba terhadap sistem dari perangkat lunak seutuhnya sebelum perangkat lunak digunakan.

·         Program use
Dalam tahap ini dilakukan pengajaran kepada pengguna untuk menggunakan perangkat lunak yang telah dibuat.

·         Software maintenance
Biasanya dalam tahap ini dilakukan perawatan terhadap perangkat lunak yang sudah dibuat, perawatan dapat berupa update sistem atau perbaikan kesalahan atau bugs yang ada.

Karena metode fountain ini adalah perbaikan dari metode waterfall, maka metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang mirip dengan metode waterfall. 

Kelebihan dari metode fountain:

1.      Memiliki proses yang terurut, sehingga pengerjaan dapat terjadwal dengan baik dan mudah.

2.      Cocok untuk sistem dengan kompleksitas rendah (predictable).

3.      Dapat melewati atau mendahulukan beberapa tahapan .

4.      Setiap proses yang dilakukan tidak dapat saling tumpah tindih.

 

Kekurangan dari metode fountain:

1.      Waktu pengerjaan relatif lebih lama, karena harus menunggu tahap sebelumnya selesai.

2.      Biaya yang dibutuhkan lebih mahal karena waktu pengembangan yang dibutuhkan lebih lama.

3.      Model fountain ini kurang cocok untuk pengembangan proyek yang memiliki kompleksitas tinggi.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korelasi Pearson, Korelasi Kendall, Korelasi Spearman dan Cara Perhitungannya